Satu minggu kemudian, Wijaya tengah duduk di balkon sembari membuka laptop. Mulai membaca komentar-komentar pada naskah dari dosen pembimbing. Ternyata, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Beruntung, dosen itu tidak meminta berkas secara cetak. Bisa bangkrut seketika, karena berkali-kali mencetak naskah itu.
Perlahan, Wijaya mulai membenarkan naskah skripsi sesuai dengan masukan yang sudah diberikan. Benar, setelah mencoba untuk mencari kesibukan, dia merasakan hidup yang lebih damai. Sebab, dengan kesibukan dia tidak bertemu dengan orang-orang yang berlaku toxic. Memang untuk saat ini Wijaya masih ingin membatasi bertemu dengan orang lain. Bahkan, Wijaya sudah satu minggu ini lebih banyak berada di kamar dengan pintu terkunci. Dia pun membatasi intensitas bertemu dengan ibunya.
Tena