Abiyan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia merasa aneh dengan sikap Wijaya yang masih seperti anak berusia belasan tahun. Lima menit kemudian, dia mulai beranjak dari tempat itu. Mengambil satu kuas yang ada untuk ikut mengecat dinding kamar Wijaya.
“Bi, lo itu tamu, ya kali ikut ngecat. Mending lo duduk saja di balkon. Tapi, juga agak apek karena semua barang ada di sana.”
“Enggak apa-apa kali, gue bukan tamu agung juga.”
“Bi, lo itu anak orang kaya, kenapa lo bisa merakyat sama orang-orang yang finansialnya di bawah keluarga lo?”
“Jaya, semua harta itu hanya titipan, jangan pernah menjadi seseorang yang serakah dan sombong. Sejujurnya, kesombongan akan menghancurkan semua yang sudah dimiliki, sedangkan saling membantu ataupun sedekah dengan ikhlas tidak akan membuat kita sema