Beberapa waktu kemudian, Wijaya pergi ke sebuah tempat yang jauh dari rumah. Dia pergi seorang diri untuk mencari ketenangan kembali. Kondisi mental yang sedang tidak baik membuatnya butuh sendiri agar bisa memutuskan sesuatu yang perlu ia putuskan. Walaupun, sebenarnya dia sendiri tidak tahu harus memutuskan dengan cara seperti apa.
Duduk di tepi danau sembari menatap hijaunya pemandangan di depan sana. Merenungi setiap dampak positif dan negatif dari kedua pilihan yang harus diputuskan saat itu juga. Wijaya melihat ke arah kupu-kupu yang sedang hinggap di sebuah bunga mawar merah yang tidak jauh dari tempatnya. Pikirannya pecah belah akan hal itu. Sampai akhirnya, dengan hati yang mantap, Wijaya tidak akan pergi dari rumah. Biarlah bebannya semakin berat, pikirannya semakin pusing, tapi