Beberapa jam kemudian, Wijaya sudah sampai di rumah. Dia duduk di sebuah balkon kamarnya. Memandangi indahnya malam dengan angin yang menyelimuti tubuh. Tidak lama dari itu, seorang wanita yang tidak asing bagi Wijaya hadir di tempat itu. Entah, Gayatri hadir lagi di depannya.
Tiga kali, Wijaya menepuk pipinya. Dia berusaha untuk menyandarkan diri, jika yang ia lihat bukanlah sebuah halusinasi. Sampai detik ini, Wijaya masih berusaha untuk menata pikirannya agar bisa memulihkan nama baiknya. Pria itu berjalan ke kanan untuk mendekati sosok wanita yang berdiam diri di sana. Menatap dengan mata yang tidak berkedip untuk meyakinkan jika apa yang dilihat itu nyata, bukan sesuatu yang halusinasi seperti yang dituduhkan.
Wijaya masih menatap dengan serius, tapi wanita itu masih saja terdiam.