Kini, Wijaya sudah berada di sebuah ruangan untuk bertemu dengan dosen penguji. Dia hari ini harus menjalankan sidang skripsi. Hari yang ia tunggu-tunggu selama ini. Sebuah rasa yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Tangannya dingin ketika saling beradu tatap dengan dosen.
Setelah beberapa jam Wijaya menghabiskan waktu di ruangan itu, akhirnya dia bisa keluar dai rasa khawatir dan grogi ketika menghadap ke dosen itu. Wijaya bisa menghirup udara dengan lega, dia dinyatakan lolos sidang. Wijaya tinggal menunggu hari di mana dia akan diwisuda.
Merayakan hari bahagia, dia pergi bersama dengan Abiyan ke sebuah tempat. Tentu saja, masih di daerah Jakarta. Padahal, dia ingin mengajak temannya ke Bandung atau kota lain, tapi kondisi Abiyan yang tidak memungkinkan. Mereka menginap di sa