Satu hari kemudian, Wijaya memilih untuk tinggal di rumah sakit. Menunggu Abiyan yang msih harus menjalankan rawat inap. Dia merasa masih malas untuk menanggapi ibunya yang masih juga membahas tentang kondisi mental Wijaya. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan itu yang membuat Wijaya merasa semakin stress.
“Loh, Mama ke mana?” tanya Abiyan yang terbangun karena mendengar suara sepatu Wijaya.
Saat itu, Wijaya duduk di sofa dengan tanpa sengaja kakinya dihentakkan sedikit keras. Sehingga, menimbulkan suara yang membuat Abiyan terbangun. “Mama lo lagi pulang. Oh iya, lo butuh apa?”
“Enggak ada. Lo kenapa? Sakit?”
“Enggak, kok. Lo tidur saja, Bi. Kalau memang butuh apa-apa bilang aja ke gue.” Wijaya beranjak pindah ke sebuah kursi yang ada di samping kasur.
Abiyan mengangguk, dia kembali untuk t