Satu bulan kemudian, dia sudah bisa ikhlas untuk melepaskan Abiyan. Wijaya juga sudah wisuda sejak beberapa hari yang lalu. Kini, dia harus berjuang untuk menggapai masa depan yang lebih cerah. Wijaya ingin mematikan perkataan-perkataan yang menganggapnya gila. Dia harus mendapatkan pekerjaan yang bagus agar hidupnya semakin tertata dengan baik.
Wijaya menyusuri jalan demi jalan untuk mencari gedung-gedung yang sedang mencari pegawai tambahan. Akan tetapi, setiap menemukan lowongan pekerjaan, Wijaya tidak juga menemukan lowongan yang sesuai dengan keinginannya. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Duduk di ruang tamu sembari menikmati air teh yang dibuat sendiri lima menit yang lalu. Membuka ponsel untuk mencari lowongan pekerjaan di internet. Dia berpikir dengan cara itu jauh lebih efi