"Malika? Apa yang kalian bicarakan?"
Angel terdiam, sementara Ray tak bisa berbicara apapun.
"Bukan begitukan Kak Angel?" Julian menatap Angel sinis.
...
"Julian!" teriak Ray dengan nada tinggi, bahkan ia sempat mendorong Julian menjauh dari Angel.
Lara yang melihat ada percikan api diatara keduanya ikut bingung. "Apa yang terjadi ini?"
"Julian, Ray. Ada apa dengan kalian?" Lara mencoba menengahi.
Kini Lara berpaling pada Angel, “Angel, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa dengan Ray dan Julian.”
Angel tertunduk, “Maaf tante, ini mungkin salah saya.”
“Salah kamu?” Lara semakin bertambah bingung.
“Angel, bisa ikut dengan tante?” Lara menarik tangan Angel untuk mengikutinya meninggalkan Julian dan Ray yang masih berdiri di sana.
***
“Sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi Angel?”
Angel tampak ragu mengatakannya. “Julian bilang, kalau ayah saya pernah menjalin hubungan dengan tante Malika.”
Lara paham, dulu Malika pernah bercerita padanya kalau dirinya memiliki seorang anak perempuan di luar pernikahannya bersama Stefanus. Laki-laki yang tak diketahui siapa namanya, tapi saat mendengar cerita Angel, ia paham kalau laki-laki yang dimaksud tak lain adalah ayah Angel.
“Tapi tante, Julian sepertinya salah paham. Itu bukan saya.”
“Apa maksud kamu Angel?”
“Saya…saya…” Angel enggan untuk mengatakannya, ia takut.
“Katakan Angel, apa yang sebenarnya terjadi?”
Angel masih bungkam. Lara terus mendesaknya. “Angel, katakan apa yang sebenarnya terjadi?”
Angel tetap bungkam. Lara pun pasrah.
“Begini Angel, saya mengenal kamu. Malika yang mengatakannya, dia memiliki seorang anak perempuan sebelum menikah dengan Stefan. Itu kamu bukan? Kamu yang dimaksud Malika?” Angel tiba-tiba terisak.
“Angel!” Lara semakin mendesaknya.
“Bukan, itu bukan saya.”
“Maksud kamu?”
“Kak Angel, dia meninggal karena kecelakaan, dan itu semua salah saya, saya yang membuat kak Angel meninggal.” Akhirnya Angel mengatakan yang sebenarnya.
“Kak Angel?” Lara semakin bingung kenapa tiba-tiba Angel mengatakan 'kak Angel' di depannya.
“Ayah bilang, nggak ada yang boleh tahu tentang siapa saya. Ayah juga memberikan nama Angel.”
Lara semakin bingung, apa maksud dari semua ini. Kalau Angel yang di depannya bukan Angel, lalu siapa gadis ini sekarang.
"Kamu bukan Angel?"
Angel menggelengkan kepala.
"Lalu kamu siapa?"
Angel kembali menggelengkan kepala, "saya nggak ingat nama saya, Ayah bilang dulu saya mengalami kecelakaan yang membuat saya tidak mengingat masa kecil saya."
Lara yang meĺihat Angel menangis langsung memeluknya. "Itulah kenapa saya takut kalau orang tahu kalau saya bukanlah Angel."
Lara menghapus air mata Angel dan tersenyum.
"Tante, tolong jangan beritahu siapapun termasuk Ray."
"Memangnya kenapa? Ada kesalahpahaman di sini, Julian mengira kamu adalah kakaknya. Mereka perlu tahu yang sebenarnya."
***
Sementara di rumah sakit, seseorang laki-laki masuk ke dalam ruang rawat Malika dan mendekatinya.
"Malika!" Laki-laki itu tiba-tiba menangis. "Maafkan aku, aku baru datang sekarang."
Laki-laki itu menggenggam erat tangan Malika sambil terus menangis. "Aku juga minta maaf soal anak kita, aku bukan orang tua yang baik untuk Angel."
Seketika ingatan laki-laki itu kembali ke masa sebelum mereka pertama kali bertemu di salah satu sekolah, awal pertemuan yang cukup menyenangkan sampai akhirnya mereka menjalin kasih.
"Malika, aku mencintaimu."
"Ardi!" Malika memeluknya.
Hubungan mereka berjalan baik-baik saja sampai ketika Ardi mendengar kabar kalau Malika akan dinikahkan pada seorang anak orang kaya dari keluarga Raveno. Ardi yang hanya anak muda biasa tak bisa berbuat apa-apa. Sampai suatu ketika, kejadian terlarang itu terjadi, Ardi melakukannya dengan Malika dan berujung pada petaka.
Malika hamil padahal dirinya belum lulus sekolah, Ardi pun pergi meninggalkannya dan membiarkan wanita yang dicintai menikah dengan orang lain.
Tapi takdir berkata lain, setelah anak Malika lahir, Malika meminta Ardi untuk merawat anak yang ia beri nama Angel itu.
Angel Alia Ardiandra—itulah nama panjangnya, berharap sosok Angel akan menjadi penerang dari kegelapan malam sebagai seorang malaikat.
"Aku tidak bisa merawatnya dengan baik, anak kita... dia... dia..." laki-laki itu menangis. "Angel kita sudah meninggal."
"Dia sudah pergi meninggalkan kita."
Tanpa sadar, Malika yang masih belum sadarkan diri meneteskan air mata seakan mendengar suara yang baru saja didengarkannya.
....
Saat Julian pergi menemui mamanya di rumah sakit, ia melihat pintu ruangan terbuka, Julian waswas apakah ada orang yang baru masuk ke dalam. Dan ketika ia mengintip dari balik pintu, ia melihat seorang laki-laki duduk disamping mamanya berbaring dan yang lebih parah lagi laki-laki itu menggenggam tangan mamanya.
Emosi Julian memuncak, ia langsung masuk dengan mendobrak pintu.
"SIAPA ANDA?!" teriak Julian dengan nada tinggi.
Sontak laki-laki itu bangkit dan terkejut melihat kehadiran orang lain. Ia sangat ketakutan.
"Apa yang anda lakukan di sini?" tanyanya lagi.
Laki-laki itu hendak pergi namun Julian menahannya, samar-samar Julian seakan mengingat sosok yang di depannya sekarang.
"Bukannya anda itu adalah Ayah Angel?"
"Apa yang anda lakukan di sini, dan kenapa anda masuk ke kamar mama saya?" Rasa penasaran Julian membuatnya semakin mencurigai laki-laki itu.
Apa hubungan keduanya?
Stefanus datang saat mendengar suara dari kamar istrinya dan ketika menyadari ada seseorang di dalam, ia sontak syok.
"Ardi?"
Julian menandang bergantian. "Ardi?" Julia mengulang ucapan ayahnya.
"Siapa Ardi pah?"
"Julian?" Stefan ikut terkejut.
Ardiandra tampak linglung. "Maafkan aku Stefan, aku hanya ingin melihat keadaan Malika saja, tidak bermaksud lain."
"Siapa dia pah?" Julian mendesak ayahnya.
"Dia?"
"Dia ayah Angel kan, kenapa ayah Angel ada di sini?"
"Julian, papah bisa jelaskan!"
Julian menahan amarahnya, ia kesal dengan ayahnya dan juga kebohongan yang dilakukannya.
"Siapa dia dan kenapa orang itu ingin menemui mama? Pah, jawab pertanyaan Julian." Julian menahan emosi.
"Julian, kamu jangan salah paham."
Julian kesal dan langsung keluar dari ruangan itu, dari kejauhan Ray, Angel dan Lara yang baru saja datang untuk mengunjungi Malika melihat Julian yang berlari.
"Julian!" Angel menyebut namanya
Ray juga melihat Julian pergi keluar. Ia merasa ada yang tak beres dengannya.
"Kenapa Julian lari-larian?" Tanya Angel lagi.
"Biar aku kejar dia!" Ray langsung lari mengejarnya.
"Ray!" Angel panik.
"Apa yang terjadi?" Angel semakin tak mengerti. Lara yang sekilas melihat Stefan dari jauh sepertinya mengetahui apa yang terjadi dengan Julian.
Ray masih mengejar Julian. "Julian!" Akhirnya Ray berhasil menarik bahunya.
"Lo mau kemana?"
"Bukan urusan lo!"
"Bukan urusan gue lo bilang, gue ini saudara lo, lo tuh kenapa sih?"
Julian berdecak kesal.
"Gue tahu lo sama Angel dan hubungan lo sama dia, tapi sikap lo udah keterlaluan sama dia."
"Itu bukan urusan lo!"
Ray dibuat semakin geram dengan sikap Julian yang seenaknya. Satu pukulan akhirnya dilayangkan Ray di pipi Julian cukup keras.
"Sadar, sikap lo udah keterlaluan."
"Urus dirimu sendiri Ray!"
Ray berdecak. Ia lantas menarik kerah Julian dan mendorongnya kasar. "Ini bukan Julian yang gue kenal."
"Julian yang lo kenal udah mati."
Ray kembali melayangkan pukulan untuk menyadarkan saudaranya itu. Ray menarik kerahnya. "Lo sadar yang lo ucapin itu?"
"Selama ini lo yang selalu menyadarkan gue, tiap kali gue emosi cuma lo yang bisa buat gue tenang. Kenapa sikap lo jadi lebih egois dari gue sekarang, hah?"
"Apa gue nggak boleh jadi lo, yang egois, yang melakukan hal semaunya, emang gue nggak boleh jadi lo?"
Ray kesal, "Elo!"
"Apa dengan gue jadi lo, gue bisa dapatin Angel."
Emosi Ray memudar bersamaan dengan lepasnya cengkraman tangan Ray padanya.
"Angel?"
Ray sekarang tahu kenapa sikap Julian seperti ini. Rupanya semua karena Angel.
"Apa ini semua karena Angel?"
Julian bungkam. Ray tertawa kecil. "Lo masih suka sama dia?"
"Lo masih suka sama Angel kan Jul?"
Julian diam.
"Jawab gue kalau lo suka sama Angel?"
Angel dan Lara menghampiri keduanya yang hampir terlibat perkelahian.
"Julian Ray!"
"Iya, gue suka sama, gue cinta sama dia. Bahkan sebelum lo suka sama dia."
Angel dan Lara syok dengan ucapan Julian.
"Ju-julian?"