"Angel, kumohon sadarlah!" Ray terus mengusap punggung tangan gadis itu dan bahkan menciumnya.
"Kumohon jangan tinggalkan aku Angel!"
"Angel!"
Teman-teman yang berada di luar tak bisa berbuat apa-apa. Termasuk Lara—ibu kandungnya, ia sudah membujuk Ray, namun rupanya tak mempan.
Dari balik tirai, Julian diam-diam melihatnya, ia yang menyebabkan Angel saat ini terbaring di sana.
"Maafin aku Angel!"
"Maafin aku!" Tubuh Julian merosot ke bawah, ia merasakan sesak di dadanya, beberapa kali ia memukul mukul kepalanya, menyesal.
....
Tawa itu kembali terdengar, kali ini bayangan putih menghiasi tempat itu, Ray yang entah sejak kapan kini berada di lautan dengan pakaian serba putihnya.
Ia tampak bingung dengan dirinya, dilihat sekeliling, tak ada seorang pun di sana. Terlihat seorang anak kecil dengan pakaian putih sedang berlari menuju ke lautan.
Ray yang melihatnya bergegas berlari kearahnya, memperingatkan gadis kecil itu.
"Hey, jangan ke sana, bahaya!" Teriaknya namun tak didengar gadis itu.
Beberapa kali Ray mencoba meneriaki namanya, bahkan sampai Ray ikut terjun langsung ke laut itu, berusaha menyelamatkan gadis itu.
"Awas, disana bahaya!"
Terdengar dari arah lain suara seorang gadis yang memanggilnya.
Ray...
Ray...
Ray...
Ray yang kemudian teralihkan langsung menoleh ke belakang. Sosok Angel ada di sana. Dia terkejut. "Angel!"
Namun bersamaan, gadis kecil itu semakin menengah masuk ke laut, dan ketika samar-samar gadis kecil itu menoleh dan tersenyum. Ray langsung mengenalinya.
"MIKA!" teriakan Ray membuat gadis kecil itu berhenti.
"Mika jangan ke sana, bahaya!" Ucapnya.
Ray menghiraukan panggilan Angel dan justru berlari ke lauta untuk menyelamatkan Mika.
"Mika..."
"Mika..."
Tubuh Mika langsung ditelan oleh ombak dari laut itu, menghilang. Ray langsung ketakutan. Ia langsung berenanh untuk mencari keberadaan Mika. Sosok tubuh mungil itu melayang di lautan. Ray berusaha meraih tubuh itu, dan berhasil.
Segeara ia menarik tubuh Mika untuk ke tepian, dan ketika ia berhasil membopong tubuh Mika. Sontak wajah gadis itu berubah menjadi Angel. Ray syok.
"Angel!"
Dengan pakaian yang sama, tubuh Angel yang ia selamatkan. Tapi barusan siapa yang meneriaki namanya. Bukankah Angel juga berteriak.
"Angel!"
"Angel!"
"Angel!"
Ray terbangun dari mimpi buruknya. Keringat bercucuran dari pelipis dahinya. Ia sangat takut dengan mimpi barusan.
Angel
Mika
Kenapa mereka muncul secara bersamaan di mimpinya?
Pertanyaaan demi pertanyaan menghantuinya, Ray ragu dengan mimpi yang ia lihat barusan.
Kenapa tubuh Mika berubah menjadi Mika?
Ray teringat sesuatu, ia beberapa kali bermimpi tentang Mika yang mengatakan kalau dirinya ada di sini.
"Aku ada di sini Ray... aku ada di sini!" Ucapan itu terus menghantuinya, membuatnya resah.
Apa maksud ucapan Mika yang mengatakan kalau dirinya ada di sini?
Tok tok tok...
Suara pintu dari kamar mengejutkannya. Lara muncul ketika mendengar suara dari dalam kamar Ray. Ia langsung pergi ke kamar Ray.
"Ray!"
Ray bangkit dan langsung membukakan pintu. Sebuah pelukan diterima Ray dengan sangat hangat oleh ibunya.
"Ray, kamu baik-baik saja?"
Ray mengangguk. "Iya mah, kenapa mamah khawatir?" Tanyanya
"Tadi mama denger ada suara teriakan dari dalam. Itu suara kamu kan?"
Ray mengiyakan. "Tadi Ray mimpi buruk mah.."
Lara masuk ke kamar Ray dan duduk di sebelahnya. Terlihat keringat Ray bercucuran.
"Apa mimpi kamu sayang?"
"Ray mimpi Angel mah dan Mika."
"Angel dan Mika?"
Ray mengangguk yakin. Ia menceritakan semua mimpi itu pada mamanya.
"Apa itu pertanda mah, kalau Angel bakal ninggalin Ray juga sama seperti Mika?"
Lara berusaha menenangkan anaknya. "Ray, mimpi itu hanya bunga tidur. Tidak akan terjadi apapun dengan Angel. Dia nggak akan meninggalkanmu sayang."