Kita sudah berjanji untuk saling bersama bukan?
Keduanya saling berpandangan, Ray menatap sendu pada Angel yang sama sekali tak mengenalnya. Sementara Angel manatap bingung padanya.
Ray lupa kalau tangannya masih menggenggam tangan Angel erat. Sampai ia melonggarkan cengkraman itu, Angel seperti merasa ada sesuatu yang hilang saat Ray melepaskan tangannya.
"Maaf!' Ray mengucapkan kalimat itu dengan canggung.
"Hei, tunggu!" Angel memanggilnya dari belakang. Kini Angel lah yang mendekati Ray, ia tersenyum.
"Kamu temennya Hans kan? Aku ingat, dulu waktu aku sadar, kamu ada di sana, siapa nama kamu?" tanyanya lagi.
"Ray, namaku Ray!"
"Ray, apa kita berteman?"
Ray tersenyum paksa, ia menjawab dengan anggukan kepala dengan sedikit menutupi kesedihannya.
"Ray!"
"Angel, aku harus pergi. Sampai bertemu lagi!" Ray memilih berbalik meninggalkan Angel yang masih berdiri di sana.
"Angel?" Angel kembali memanggil nama itu pelan. "Kenapa dia memanggilku Angel?"
Brian dan Max mengejar Ray dari belakang. "Ray tunggu!"
Leon hanya bisa terdiam tak berbuat apa-apa, "ayo, katanya mau makan?"
Angel mengangguk. Mereka masuk ke dalam resto dan duduk di meja yang kosong. Selama menunggu pesanan datang, Angel masih bingung tentang dirinya, kenapa cowok tadi memanggilnya Angel?
"Hans?" Panggilnya
"Hem?" Leon tampak sibuk dengan ponselnya.
"Ray itu siapa ya?"
Leon meletakkan ponsel di meja, ia mulai sedikit memposisikan duduk nyaman di depan Angel.
"Menurut lo?" Leon malah balik nanya
"Hans, aku serius!" Angel kesal.
"Dia musuh gue."
"Musuk lo? Nggak mungkin, tadi aja lo diam waktu cowok itu datang."
"Elo kan nggak ingat, jadi nggak tahu siapa dia."
"Makanya gue pengen tahu dia siapa?"
"Musuh gue!"
Angel makin kesal, "Hans, ngeselin ah!"
Leon hanya terkekeh, "oke oke, dia itu temen gue. Tapi gue nggak nganggep dia temen sih!"
"Hans!"
Leon tertawa kecil. "Oke oke, sekarang gue serius!"
"Dia itu..."
"Nggak ah, lo harus cari tahu sendiri siapa cowok tadi di ingatan lo kalau lo pengen tahu."
"Ih, Hans nyebelin ah. Tinggal bilang dia itu siapa?" Angel manyun
"Mika. Dengerin gue, tentang siapa Ray harus lo yang tahu, gue nggak ada hak buat merusak hubungan kalian."
"Hubungan? Maksud lo?" Angel semakin penasaran maksud ucapan Ray soal 'hubungan'. Namun sebelum Angel ingin bertanya lebih lanjut, makanan sudah datang.
"Makanan sudah datang!"
"Hans, maksud lo tadi apa bilang hubungan. Apa gue punya hubungan sama cowok tadi?"
Leon mengedikkan bahu pura-pura tak tahu. "Hans!" Teriakan Angel membuat pelangga lain menoleh padanya
"Mika, jangan keras-keras!" Leon memperingatkan.
"Habis lo ngeselin banget dari tadi, bikin bete, gue pulang ah!" Belum sempat menyantap makanannya, Angel bangkit dan memilih pergi dari restoran itu.
"Mika!" Leon kesal sendiri menghadapi Angel yang sekarang menjadi Mika. Menjengkelkan dan membuatnya kesal, dikit-dikit ngambek. Beda saat menjadi Angel dulu.
Karena sebuah keharusan untuk menemani ke manapun Angel pergi. Mau tak mau Leon meninggalkan makan siangnya untuk mengejar Angel.
"Mika!"
***
"Hans itu nyebelin, sangat menyebalkan!" Di jalan Angel ngedumel sendiri, dengan sengaja ia menendang kaleng minuman yang mengganggu jalannya hingga jatuh dan mengenai seseorang.
"Aw!!"
Angel kaget dengan kelakuannya, segera ia berlari ke arah orang yang baru saja kena lemparan kaleng minuman tadi.
"Aduh maaf, maaf, aku nggak sengaja!"
Laki-laki berambut pirang itu menoleh, Angel sontak terpana dengan laki-laki manis itu.
Astagah, ganteng banget! Batinnya sambil tersenyum.
Angel melamun melihatnya, sampai laki-laki tadi menyadarkan lamunannya.
"Angel!"
Angel tersadar, "Ahh, maaf. Tadi aku nggak sengaja ngenain kamu." Angel tersipu malu.
"My prince!" Teriakan dari jauh mengejutkan keduanya.
Queen terkejut melihat Angel. "Angel, lo udah sadar?"
"Angel?" Angel sendiri menunjuk dirinya untuk memastikan. Barusan kenapa dia dipanggil Angel?
"Gue?"
"Ya iyalah, siapa lagi?"
"Gue bukan Angel, gue..."
"Mika, maaf ya!"
"Mika? My prince dia itu Ang—" Julian langsung membungkam mulut Queen.
"Tunggu, kok lo tahu nama gue?"
"Kita satu sekolah."
"Benarkah?" Angel tak mengira.
Leon akhirnya berhasil mengejar Angel dan bertemu dengan Julian dan Queen di jalan.
"Julian, Queen?" Panggil Leon.
Angel menoleh pada Leon. "Kalian saling kenal?"
Leon langsung menarik tangan Angel untuk pergi. "Mika ayo pulang, kakek nyariin!"
"Tung-tunggu!" Leon menariknya tergesa-gesa.
Julian dan Queen memandang kepergian mereka dari kejauhan.
...
"Apa Angel beneran nggak ngenalin kita?" Tanya Queen di sela-sela mereka pulang .
Juliam bungkam.
"Aku kasian sama Ray, gimana ya perasaannya sekarang melihat orang yang disayangi nggak ingat sama dia?"
Julian masih terdiam.
Dalam hati, Julian tahu, ia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang telah diperbuatnya.