Sabelle membaca usulan pembicaraan publik yang diteruskan Peter setelah ia menyetujui waktu untuk membahas. Tidak semuanya berasal dari keputusan yang sudah diterima tim. Beberapa berupa pertanyaan serta gagasan pihak yang ingin keadaan cepat jelas. Salah satunya menyebut kemungkinan tampil bersama agar orang melihat hubungan secara langsung.
Ia meletakkan halaman itu tanpa menyelesaikan seluruh bagian. 'Aku tidak ingin Shalter berada di depan kamera untuk membuktikan apa pun.'
'Aku belum menyetujui itu,' jawab Peter.
'Aku perlu kamu mengatakan dengan jelas kalau usul seperti ini datang. Jangan sampai aku baru mendengar ketika semua orang sudah menyiapkan tempat.'
Peter mengangguk. Mereka bertemu pada waktu yang tidak melibatkan anak, sesuai pilihan Sabelle. Ia membawa usulan untuk ditanggapi, bukan keputusan yang hanya perlu ditandatangani. Namun mengetahui perbedaan tersebut tidak membuat Sabelle tenang seketika. Selama bertahun-tahun, pekerjaan Peter sering datang sebagai sesuatu yang sudah bergerak sebelum dirinya dapat bertanya.
'Dulu kami tidak boleh terlihat karena kamu harus tampak tidak mempunyai keluarga,' katanya. 'Sekarang jangan membuat kami harus terlihat karena kamu perlu menjelaskan citra yang mulai bermasalah.'
Kalimat itu membuat Peter menunduk. Ia ingin mengatakan dirinya kini bermaksud melindungi, tetapi niat tidak menjawab semua akibat. Ia meminta Sabelle menunjukkan bagian yang tidak disetujui dan mengatakan ia akan menanggung penjelasan mengenai pilihannya sendiri di depan publik, tanpa meminta anak menjalankan peran.
Sabelle menandai foto keluarga, kehadiran Shalter, nama sekolah, serta rincian tempat tinggal. Ia tidak menyetujui catatan panggilan lama atau cerita kesehatan dipakai sebagai bahan siaran. Masa paling sulit hidupnya bukan persediaan cerita yang dapat dibuka untuk membuat penonton segera memahami atau memaafkan Peter.
'Tentang namamu?' tanya lelaki itu.
'Untuk sekarang aku belum menyetujui apa yang perlu disebut. Kita bicarakan setelah tahu persis apa yang akan kamu katakan. Jangan memakai diamku sebagai persetujuan.'
Peter menuliskan kebutuhan tersebut. Ia juga mengatakan tidak akan menyangkal pernikahan hanya untuk menunggu cara yang lebih nyaman menyampaikannya. Ia harus mengatur jawaban yang benar sekaligus tidak mengambil bagian kehidupan yang bukan miliknya sendiri untuk diumumkan. Penghubung kerja akan menerima batas ini sebelum ada rencana penampilan bersama dibahas lebih jauh.
Sabelle menatap wajah yang dahulu mudah membuatnya percaya. Ada rasa lelah karena sekarang perlu menuliskan begitu banyak hal yang seharusnya dapat ditanyakan dengan sederhana. Namun ia lebih memilih menyebutkannya daripada kembali menunggu seseorang memperkirakan kebutuhan keluarga dari luar.
'Aku tidak menjanjikan akan kembali tinggal denganmu karena kamu akhirnya mengatakan kebenaran,' ujarnya.
Peter mengangkat kepala. Untuk sesaat harapan yang selama ini ditahan tampak jelas. Ia memang ingin seluruh langkah memperbaiki berakhir pada pintu rumah yang kembali terbuka, pada Shalter yang dapat tidur tanpa menanyakan kapan ayah pergi, pada Sabelle yang menatap seperti dahulu. Tetapi keinginan itu tidak boleh mengubah pengakuan menjadi sesuatu yang ditukar.
'Aku tahu belum ada keputusan seperti itu,' katanya.
'Bukan hanya belum. Kamu harus siap kalau jawabanku nanti bukan yang kamu inginkan.'
Peter menarik napas dan mengiyakan setelah jeda. Jawaban tersebut lebih berat daripada menghadapi pertanyaan wartawan yang belum datang. Ia tidak dapat menyusun tanggapan supaya Sabelle selalu terdengar masih mempunyai satu tempat yang dapat direbut melalui kerja keras. Perempuan di depannya mempunyai pilihan, termasuk memilih kehidupan yang tidak menyediakan dirinya sebagai suami.
Mereka kembali kepada kebutuhan yang dapat diputuskan sekarang. Tidak ada acara yang menghadirkan Shalter. Usulan tampil bersama tidak diteruskan. Bila perlu bicara, Peter akan menghadapi bagian mengenai pekerjaan serta keputusan meninggalkan keluarga melalui cara yang disiapkan. Apa yang melibatkan Sabelle dan anak tetap harus dibicarakan sesuai batas yang diberikan.
Sesudah rangkuman selesai, Sabelle memeriksanya sendiri. Ia meminta salinan agar tidak harus bergantung pada ingatan Peter bila seseorang kemudian mengusulkan hal lain. Lelaki itu mengirim dan memastikan penghubung menerima versi yang sama. Ada keputusan yang benar-benar berubah pada hari itu, bukan hanya percakapan yang membuat semua merasa sudah saling memahami.
Ketika pulang, Sabelle singgah untuk membeli makanan yang dijanjikan kepada Shalter. Ia tidak ingin hari kembali habis tanpa memenuhi sesuatu yang sudah disepakati dengan anaknya. Emily berada bersama cucu ketika ia tiba. Mereka makan, kemudian Sabelle menanyakan apakah ia masih ingin bertemu Daddy pada jadwal berikutnya yang belum dikonfirmasi tempatnya.
'Aku mau bermain. Tapi tidak mau ada orang foto,' kata Shalter.
Sabelle menjelaskan mereka dapat memilih tempat yang lebih terlindung dan tidak mengundang orang mengambil gambar, tanpa berjanji dapat menghapus semua perhatian yang sudah ada. Anak itu menanyakan apakah mungkin di halaman belakang rumah Nanny dan Grandpa. Ia mengenal tempat tersebut dan tahu kepada siapa dapat meminta pulang atau beristirahat.
Emily menunggu Sabelle menanggapi. Putrinya mengatakan perlu menanyakan kepada Grandpa, mengatur waktu, dan memastikan Peter bersedia mengikuti. Ia tidak memberikan janji hanya karena tempat itu terdengar lebih aman. Shalter mengangguk dan kembali memeriksa mainan pada pangkuan. Ia kemudian meminta membawa bola yang biasa dipakai bersama Mien. Sabelle mengatakan boleh bila rencana sudah dikonfirmasi. Anak itu ingin menunjukkan lemparan yang belakangan dilatih, tetapi belum ingin menjanjikan akan selalu berhasil di depan ayahnya.
Frank menerima pertanyaan melalui percakapan keluarga malam itu. Ia masih tidak ingin menyambut Peter sebagai seseorang yang dapat duduk kembali seperti dahulu. Namun ia mempertimbangkan kebutuhan cucu, lalu mengatakan halaman dapat dipakai pada waktu yang disepakati dengan Sabelle serta Emily tetap dekat. Ini tidak mengubah jawabannya mengenai hubungan pribadi putrinya.
Sabelle meneruskan usulan kepada Peter beserta waktu yang dapat dipilih. Lelaki itu menerima lokasi dan akan memastikan bagian kerja sebelum memberi konfirmasi terakhir. Tidak ada kamera atau hadiah kejutan. Yang diminta Shalter sederhana: bermain tanpa harus terus memikirkan siapa yang menatap. Peter membaca pesan itu cukup lama sebelum memeriksa kalender, lalu mulai mengurus apa yang harus dijalankan supaya kesempatan berikutnya benar-benar berbeda dari sore yang pernah dibiarkannya lewat.