Peter memeriksa jadwal sebelum memberi konfirmasi terakhir kepada Sabelle. Waktu bermain di halaman rumah Frank dan Emily dapat dipakai pada Sabtu sore. Ia akan datang pukul empat dan mengikuti durasi yang disepakati, tanpa membawa rombongan. Penghubung kerja sudah mengetahui bagian tersebut tidak tersedia, sementara kebutuhan yang memang telah diterima tetap ditempatkan pada waktu lain.
Sabelle membaca konfirmasi dan membicarakannya kembali dengan Shalter. Anak itu masih ingin bermain. Ia menanyakan apakah mobil karton juga boleh dibawa, lalu memutuskan cukup bola kali ini supaya dapat lebih mudah bergerak. Sabelle memberi tahu Emily serta Frank bahwa rencana sudah pasti dan meminta mereka menghubungi bila ada perubahan dari pihak rumah.
Pada Jumat siang, tawaran kerja baru datang. Ada musisi tamu yang hanya dapat mengisi satu sesi pada Sabtu sore, dan Peter diminta ikut. Pembicaraan awalnya terdengar ringan: sebentar saja, materi sudah dikenal, orang yang diperlukan telah tersedia. Penghubung menanyakan sebelum menerima, seperti pengaturan yang dibuat setelah panggilan anak gagal.
Peter membaca waktu dan merasakan dorongan lama untuk mengatakan bisa. Kesempatan bersama orang tersebut tidak datang setiap hari. Ia dapat membayangkan satu rekaman yang bagus, komentar penonton, serta bagaimana tim akan senang karena ia selalu mudah bekerja sama. Pada kalender, bagian lain hanya bertuliskan tidak tersedia. Tidak ada nama anak yang dapat membuat orang luar mengerti mengapa ruang kosong itu penting.
'Aku sudah mempunyai janji,' katanya.
Penghubung bertanya apakah dapat digeser sedikit. Peter menanyakan durasi yang benar-benar dibutuhkan, lalu mendengar ada persiapan sebelum serta kebutuhan sesudah sesi. Kalimat sebentar ternyata tidak cukup menggambarkan keseluruhan. Ia teringat sore ketika pengingat panggilan ditunda karena merasa tinggal beberapa menit.
'Aku tidak dapat menerima pada waktu itu,' jawabnya. 'Aku bisa menawarkan pagi atau hari lain, tetapi kalau tidak sesuai, jangan terima atas namaku.'
Alternatif diperiksa. Musisi tamu memang tidak mempunyai waktu yang cocok dan bagian itu akhirnya diberikan kepada orang lain. Peter mendengar kabar tanpa meminta penghubung kembali menawar janji keluarganya. Ia kehilangan satu kesempatan kerja yang nyata, sesuatu yang dahulu selalu terasa tidak dapat dibiarkan lewat.
Sesudah telepon ditutup, ia duduk dengan rasa kesal yang tidak seluruhnya dapat dijelaskan. Ia ingin kedua hal tersedia, ingin memilih anak tanpa harus melepas apa pun dari pekerjaan. Namun menginginkan semuanya tidak membuat waktu Shalter lebih murah untuk dipindahkan. Peter membuka kalender dan membiarkan catatan pukul empat tetap berada di tempatnya.
Ia tidak mengirim kabar kepada Sabelle bahwa telah mengorbankan kesempatan besar. Perempuan itu sudah memilih waktu bersama keluarga dan memastikan anak siap. Ia tidak perlu menerima tagihan rasa bersalah tambahan supaya Peter dapat merasa keputusan tersebut dihargai. Yang perlu diketahui hanya bahwa konfirmasi tetap berlaku.
Pada Sabtu pagi, pekerjaan yang masih harus dijalankan diselesaikan sesuai pengaturan. Peter datang, mengikuti persiapan, lalu memeriksa kebutuhan terakhir sebelum pergi. Ia tidak keluar dengan meninggalkan orang di tengah janji lain. Perubahan dilakukan sejak awal melalui komunikasi yang jelas, dan hari itu ia sendiri perlu membuktikan dapat mengikutinya.
Seorang kru menanyakan ke mana setelah ini. Peter mengatakan mempunyai kegiatan pribadi. Ia tidak menyebut alamat rumah Frank atau mengajak orang mengambil gambar diam-diam untuk menunjukkan ayah yang kini hadir. Saat seseorang bercanda bahwa publik mungkin ingin tahu, ia menjawab tidak semua waktu yang dijalankan perlu menjadi tontonan.
Menjelang siang, Sabelle mengirim pesan memastikan tidak ada perubahan dari pihak rumah. Shalter sedang bersama Emily dan sudah menyiapkan bola. Peter membalas bahwa akan datang sesuai waktu. Ia menyimpan percakapan tanpa menggunakannya sebagai alasan meminta berbicara kepada anak sekarang juga.
Di tempat tinggalnya, ia mengganti pakaian dengan sesuatu yang nyaman untuk bergerak. Ada beberapa menit ketika ia berdiri di depan lemari, menyadari jauh lebih sering memilih penampilan untuk orang yang tidak mengenalnya daripada pakaian untuk bermain dengan putra sendiri. Ia akhirnya mengambil yang sederhana, menyiapkan air, dan memeriksa barang yang memang diperlukan.
Telepon pekerjaan diletakkan pada pengaturan yang tetap memungkinkan kebutuhan penting ditangani melalui orang yang bertugas, tanpa membiarkan setiap pemberitahuan promosi memecah perhatian. Peter memberi tahu siapa yang perlu mengetahui kapan ia dapat menanggapi lagi. Ia tidak mematikan semua hubungan lalu menyebut itu sebagai bukti sekarang hanya keluarga yang penting.
Sabelle sendiri menyelesaikan kebutuhan toko lebih dahulu. Tidak ada pelanggan yang dijanjikan datang saat dirinya pergi. Ia memperlihatkan rencana kepada Emily, lalu memastikan Shalter masih nyaman melihat Peter di rumah kakek dan nenek. Anak itu mengangguk dan menanyakan apakah Grandpa akan ikut bermain.
'Kita bisa bertanya. Grandpa tidak harus ikut kalau sedang mengerjakan yang lain,' jawab Sabelle.
Frank mendengar ketika menaruh barang di ruang belakang. Ia mengatakan akan berada di rumah, tetapi membiarkan Shalter bersama ayah dan ibunya pada waktu yang telah disepakati. Cucunya menerima, kemudian memilih tempat bola menunggu agar tidak menggelinding ke jalur orang berjalan.
Peter berangkat dengan cukup waktu untuk perjalanan biasa dan memberi kabar saat mendekati, sesuai permintaan. Ia tidak datang terlalu awal lalu membuat keluarga merasa harus mempercepat seluruh persiapan. Ketika tiba beberapa menit sebelum pukul empat, ia menunggu di tempat yang telah disebut dan menghubungi Sabelle singkat.
Di layar muncul balasan bahwa ia akan membukakan sebentar lagi. Peter menaruh telepon ke saku dan memandang pintu. Tidak ada suara orang memanggil namanya seperti di panggung. Ia mendengar sesuatu jatuh ringan di dalam, lalu suara anak bertanya apakah boleh membawa bola sekarang.
Peter menarik napas. Satu sesi kerja telah berlangsung tanpa dirinya dan dunia tidak berhenti. Di hadapannya ada pintu lain yang tidak dibuka oleh popularitas, hadiah, atau alasan bahwa ia sedang berusaha keras. Ia datang karena mempunyai janji pukul empat. Ketika Sabelle akhirnya membuka dan memberi ruang masuk, ia mengucapkan terima kasih, lalu mengikuti arah yang ditunjukkan menuju halaman tempat Shalter menunggu.