Emily menandai satu pagi pada kalender keluarga sebelum Sabelle menuliskan kebutuhan toko berikutnya. Ia mempunyai rencana sendiri yang ingin diteruskan, dan kali ini tidak ingin membatalkannya diam-diam ketika putrinya terlihat sibuk. Ia mengatakan pada jam tersebut tidak dapat menjemput Shalter atau menerima barang untuk toko. Tidak ada kemarahan dalam suaranya, tetapi ada ketegasan yang membuat Sabelle berhenti memegang pena.
'Aku belum meminta bantuan untuk hari itu,' kata Sabelle, kemudian menyadari dirinya hampir terdengar tersinggung.
'Aku tahu. Ibu memberitahu lebih dahulu supaya kita tidak sama-sama mengira waktunya kosong.'
Sabelle memandang kalender. Selama ini bantuan Emily begitu dekat sehingga mudah dianggap bagian tetap dari hari, bukan waktu seseorang yang memilih memberikannya. Ia mengangguk dan menuliskan rencana ibunya sebagaimana kebutuhan lain yang tidak boleh dihapus tanpa pembicaraan. Setelah itu mereka memeriksa siapa yang dapat dihubungi untuk pengaturan anak bila benar diperlukan, bukan otomatis memindahkan semuanya kepada Frank.
Hari tersebut ternyata bersamaan dengan pengambilan bunga yang dapat diatur waktunya. Sabelle menelepon pelanggan untuk menawarkan rentang yang memang masih mungkin. Setelah mendapat persetujuan, ia menyusun pekerjaan lebih awal dan menjaga jadwal sekolah sendiri. Tidak semua kesulitan memerlukan satu anggota keluarga mengorbankan rencana. Sebagian dapat diselesaikan dengan berhenti menerima pengaturan yang hanya nyaman bagi semua orang selain dirinya.
Ketika pagi yang ditandai datang, Shalter menanyakan mengapa Nanny tidak ikut. Emily mengatakan ia hendak menjalankan kegiatannya dan akan bertemu lagi setelah selesai. Anak itu ingin mengetahui apakah dirinya boleh ikut. Ia menjawab kali ini bukan kegiatan untuknya, lalu mendengarkan keberatan kecil Shalter tanpa mengubah keputusan. Sabelle membantu putranya memahami jadwal, bukan membujuk ibunya mengalah agar anak tidak kecewa.
'Nanny punya urusan sendiri,' katanya. 'Kita sudah mempunyai rencana kita.'
Emily tersenyum singkat sebelum berangkat. Tidak ada pesan panjang agar putrinya menelepon setiap kali satu hal tidak berjalan sesuai harapan. Ia membawa barang yang diperlukan, memastikan informasi penting sudah disampaikan, lalu meninggalkan telepon untuk digunakan sebagaimana kebutuhannya sendiri. Sabelle menahan keinginan mengirim kabar kecil hanya karena terbiasa mendengar jawaban ibunya segera.
Di toko, satu wadah yang sudah dipersiapkan ternyata retak. Sabelle memindahkan bunga ke wadah lain dan memeriksa apakah ada air yang merusak pembungkus. Ia hampir menelepon Emily untuk menanyakan tempat persediaan, kemudian mengingat bahwa dirinya dapat mencari sendiri. Setelah beberapa menit ditemukan yang diperlukan. Pekerjaan terlambat sedikit, tetapi tidak memerlukan ibunya meninggalkan rencana.
Pelanggan datang dalam rentang yang disetujui dan menerima pesanan setelah memeriksa kartu ucapan. Sabelle menjelaskan cara membawa rangkaian agar tidak miring, memastikan pembayaran tercatat, lalu melihat kendaraan pergi. Ia mempunyai waktu cukup untuk menjemput Shalter tanpa tergesa. Tidak ada hari sempurna, hanya urusan yang selesai melalui pengaturan yang lebih jujur mengenai tenaga yang tersedia.
Sore hari Emily pulang dan mendapati putrinya menyiapkan makan. Ia menanyakan bagaimana semuanya berjalan. Sabelle bercerita tentang wadah retak dengan nada yang membuat keduanya tertawa setelah persoalan berlalu. Lalu ia menanyakan kegiatan ibunya. Untuk beberapa saat percakapan tidak memuat kebutuhan toko, jadwal Shalter, Peter, ataupun berkas perpisahan. Emily mempunyai sesuatu yang dapat diceritakan tanpa harus menyambungkannya pada keluarga.
Ia bertemu seorang teman yang sudah beberapa kali menunda makan bersama. Mereka akhirnya mempunyai waktu duduk tanpa salah satu harus pergi setelah minuman datang. Ada cerita tentang tanaman yang gagal dirawat dan rencana kunjungan yang belum pasti. Emily memperlihatkan foto pot kecil yang dibelinya dalam perjalanan pulang, lalu menolak ketika Sabelle menggoda bahwa tanaman itu mungkin perlu menginap di toko bunga agar selamat. Tawa ibunya terdengar lepas. Sabelle menyadari betapa jarang ia menanyakan hal semacam itu sebelum menanyakan apakah besok dapat dibantu lagi.
Setelah makan, Sabelle mengakui sempat merasa tidak enak mengetahui ibunya perlu lebih dahulu menandai waktu agar tidak dianggap selalu tersedia. Emily mengatakan ia sendiri pernah terlalu cepat menawarkan bantuan sebelum memeriksa kebutuhannya. Ia senang dekat dengan cucu, tetapi tidak ingin kelelahan berubah menjadi keluhan yang membuat Sabelle merasa seluruh hidupnya merupakan beban.
'Aku tidak mau berhenti membantu,' katanya. 'Aku hanya mau kita tahu bantuan mana yang sungguh bisa kuberikan.'
'Aku perlu belajar bertanya, bukan langsung memasukkan nama Ibu ke jadwal.'
Mereka meninjau beberapa minggu berikut. Sabelle meminta bantuan untuk dua waktu yang memang membutuhkan orang lain. Emily menerima salah satunya dan menolak yang lain. Penolakan tersebut memerlukan pengaturan tambahan, tetapi tidak membuat percakapan berubah menjadi pembuktian siapa paling menyayangi Shalter. Sabelle menulis kebutuhan yang belum terjawab untuk dicari solusinya, tidak mencoret penolakan lalu berharap ibunya berubah pikiran.
Kemudian pembicaraan beralih pada Peter. Emily mengatakan ia tidak ingin menahan putrinya dalam pernikahan demi gambaran keluarga yang tampak utuh. Ia juga tidak ingin mendorongnya kepada Damien hanya karena lelaki itu selama ini hadir. Sabelle menatap ibunya, mengingat masa ketika nasihat tentang Peter dan anak membuatnya merasa didorong sebelum sanggup memahami hidupnya sendiri.
'Aku tetap ingin mendengar pendapat Ibu,' katanya. 'Tapi kadang aku cuma perlu ditemani dulu.'
'Kalau begitu katakan. Dan Ibu akan mencoba bertanya sebelum menasihati.'
Shalter masuk membawa buku yang ingin dibacakan. Emily mengatakan dapat menemani sebentar setelah menyelesaikan minumnya. Anak itu menunggu di sebelah, membalik halaman sendiri sampai Nanny siap. Sabelle melihat mereka tanpa merasa seluruh kehangatan harus dibayar oleh seseorang yang selalu mengesampingkan diri. Ia ingin putranya mengenal kasih sayang yang dapat mempunyai batas, waktu, dan kehidupan di luar permintaan orang lain.
Malam itu kalender tetap berada di tempat yang mudah dilihat. Rencana Emily tidak dihapus setelah berlalu, seolah waktu tersebut tidak pernah penting. Sabelle menambahkan pengaturan berikut yang sudah disepakati, kemudian menutup pena. Menjalani perpisahan memerlukan banyak bantuan, tetapi bantuan yang dapat terus diberikan lahir dari percakapan seperti malam itu: ada yang bersedia, ada yang belum dapat, dan semua orang tetap mempunyai tempat di dalam keluarga.