Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Sukma Wuragil
Sahala Marbun, 24 tahun, terdesak utang rentenir yang menjerat ibunya, mengambil pekerjaan yang ditolak semua orang sekampung: penjaga tunggal Menara Suar Tanjung Keruh, menara pasang-surut tua yang menyalakan lampu peringatan bagi kapal di muara berlumpur. Penjaga sebelumnya, Pak Lahmudin, lenyap tanpa jejak dan hanya meninggalkan buku catatan lusuh berisi dua belas aturan yang melanggar akal: jangan pernah membalas sapaan dari arah laut sebelum pukul tiga; nyalakan lampu menara tepat saat air mulai pasang, padamkan tepat saat surut, jangan terbalik; bila kau dengar lonceng kapal yang sudah lama karam, jangan turun ke dermaga walau ada yang memanggil namamu dengan suara ibumu; jangan pernah membuka pintu ruang lampu untuk siapa pun yang basah; dan satu aturan terakhir yang tintanya kabur tersapu air — bagian terpenting yang justru tak terbaca. Tiap malam, pasang membawa "tamu" dari muara: sesuatu yang menyamar jadi nelayan tenggelam, jadi rekan kerja, jadi orang yang dirindukan Sahala, semua menggoda agar ia melanggar satu aturan. Teror lahir dari ketaatan yang menyiksa dan godaan untuk melanggar demi alasan yang terasa manusiawi. Perlahan Sahala sadar aturan-aturan itu bukan takhayul kosong: menara ini dibangun di atas perjanjian lama antara kampung dan laut, dan setiap penjaga adalah pengikat agar yang di bawah pasang tetap tinggal di bawah. Asal aturan, nasib Pak Lahmudin, dan aturan kedua belas yang hilang menjadi misteri yang harus Sahala pecahkan sebelum pasang besar tahunan tiba — malam ketika semua aturan diuji sekaligus.
Karena kamu suka Horror · Misteri & Thriller, mungkin kamu suka ini juga: